Postingan

Hanya Amai, Kemana Rohana Kudus Kini

Gambar
Sudah 88   tahun Rohana Kudus berpulang dari Ranah Minang. Kini hanya tinggal amai-amai Koto Gadang yang setia tanpa generasi penerus.   Wawancara: Mahnidar (72), pengurus Yayasan Amai Setia tengah diwawancarai oleh salah satu peserta Workshop Antikorupsi KPK RI di Yayasan Amai Setia, Koto Gadang, Sumatra Barat, Sabtu (11/11). f/Eka Kedua belah pagar besi itu tampak terbuka. Dari kejauhan pejalan kaki yang melewatinya sudah bisa mengira bahwa yayasan yang dipagari oleh dinding putih tersebut sudah masuk jam buka.   Tepatnya pukul 10.00 WIB pagi. Bangunan yayasan berwarna krem yang terletak di Koto Gadang, IV Koto, Agam, Sumatra Barat memang menjadi salah satu ikon bukan saja di nagari tapi juga di ranah Minang. Pasalnya bangunan tersebut dijadikan pusat sovenir kerajinan perak, sulaman, songket, renda dan sebagainya untuk wisatawan. Pusat souvenir itu disebut Kerajinan Amai Setia yang berdiri pada 1915. Rohana Kudus Menurut Mahnidar (72) se...

Sepatu

Gambar
Pinterest.com Cahaya rembulan mengintip kedalam rumah. Bayangannya mengenaiku, sepasang sepatu yang kau letakkan didekat jendela rumah. Sepatu yang biasa bertegur sapa dengan perjalanan panjangmu, menapak mimpi-mimpimu. Melihat bagaimana ketika kau lelah, bersandar pada bangku sebagai tempat pemberhentianmu. Kadang kulihat wajahmu nanar manatapku. Mungkin kau sadar bahwa aku masih setia bersamamu. Setelah melihatku, mulutmu melengkungkan senyum dan kau beranjak untuk berjalan lebih cepat. Sepasang sepatu milik nomor sekian terbawah dari nomor satu. Aku ada bersamamu. Melihat wajahmu memerah malu karena nilai matematika yang merah. Membawamu pulang kerumah meski tak kuasa melihat wajah ayah yang basah dengan keringat sehabis pulang dari ladang. Apa yang akan dikata. Aku sepatu yang harus setia. Setia pada apa yang baik bagimu. Pun, jika itu teramat berat harus kau tegarkan jua hatimu. “Ayah, maaf.” Aku mendengarmu sesegukan. Sesekali air matamu menetes kewajahku. Kau belum...

Kol, Ulat Bulu, dan Ayahku

Gambar
Pinterest.com Gergaji ompong-ompong tajam. Selanya yang melukai. Memisah saudara sekayu, sepohon dan sedahan. Jika daun sebesar batang kayu mahoni, maka layaklah ia berada ditepian moncong ompong tajamnya. Lalu udara horison tanah yang sama akan jadi angin gurun yang bedebah. Sebedah ulat bulu yang lahir dari kol sayur ibuku. Hitam, lejit, dengan bulu-bulu rontok diselimuti badannya. Bulu kumal, hasil bertapa seumur telur hingga menjelang dewasa untuk puasa kupu-kupu. Ia ibu temukan saat mengupas kol untuk sayur berbuka puasa.  Hari sudah jam 06.00 sore. Ibuku tekejar untuk membuat sayur. Kalau tidak, ayah tidak akan berniat bermuka manis di meja makan. Ayah sangat basah, baik badan, ruhanih tak luput makanan. Harus ada sayur di piringnya. Dan bulan spesial segala kebasahan ayah bertambah, kecuali basah tubuh. Karena ayah tidak tahan dengan dehidrasi bulan puasa. Ulat bulu memperkeruh keadaan dapur becek kami. Bagaimana menyiasati ayah untuk tetap merasa basah walau tan...