Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mata Air

Berbagi dan Lewati Masa Tandusmu

Gambar
Google.com            Dulu pernah suatu masa menjadi waktu-waktu tersulit saya. Seolah berada di padang tandus, hanya angin gurun yang berhembus. Sesekali hanya tampak fatamorgana yang memberi harapan. Setelah saya mendekat, saya tahu bahwa sama saja. Ia tetap padang tandus. Hanya pasir dan angin gurun. Saya sendiri. Tak ada orang lain. Sebab itu harus kuat dan yakin pada diri sendiri. Saya lupa pada langit biru. Bahwa ia walaupun tanpa awan cumulus, hanya samar putih-putih tipis. Lebih tipis dari sirus. Tetapi, adalah ia yang menciptakan bulir-bulir hujan diatas sana. Yang saya lupa, bahwa ada yang Maha Kuasa tempat menggantung harapan.             Saya benar-benar alpa. Alarm tidak hidup pada kelam. Getarnya tidak pernah ditangkap oleh hati. Sebab ia hanya permainan didepan mata. Tentang canda dan tawa melihat orang lain gembira. Tentang suka, hingga bisa berjalan berir...

Inti Gagal Adalah Bangkit

Gambar
(google.com) Dalam setiap rancangan, selalu ada dua kemungkinan. Berhasil atau gagal. Diterima atau ditolak. Disimpan atau dibuang. Dilaksanakan atau diabaikan. Dipuji atau dicemeeh. Dilanjutkan atau ditunda. Selalu begitu. Karena ia berada dalam dua takdir berbeda pula. Takdir yang nanti akan bisa kau tarik garis kemana akhir kehidupan. Jika demikian tentunya kita ingin jauh-jauh dari kata gagal, agar ada garis baik yang menuntun kita pada takdir baik. Tapi tidak semuanya demikian teman, yang terpenting adalah mengambil hikmah dari semua hal yang terjadi dan tetap percaya pada dirimu. Karena katanya, perihal garis itu sudah termaktub dalam Lauh Mahfuz.             Tapi sayangnya untuk mengambil hikmah dari sebuah kegagalan tidaklah mudah Ini tergantung pada kedewasaan emosionalmu. Sehingga tidak ada kekecewaan yang membawamu larut terlalu dalam. Dan larut terlalu dalam hanya akan membawamu pada kemunduran diri sendiri. Dala...