Berbagi dan Lewati Masa Tandusmu
Google.com Dulu pernah suatu masa menjadi waktu-waktu tersulit saya. Seolah berada di padang tandus, hanya angin gurun yang berhembus. Sesekali hanya tampak fatamorgana yang memberi harapan. Setelah saya mendekat, saya tahu bahwa sama saja. Ia tetap padang tandus. Hanya pasir dan angin gurun. Saya sendiri. Tak ada orang lain. Sebab itu harus kuat dan yakin pada diri sendiri. Saya lupa pada langit biru. Bahwa ia walaupun tanpa awan cumulus, hanya samar putih-putih tipis. Lebih tipis dari sirus. Tetapi, adalah ia yang menciptakan bulir-bulir hujan diatas sana. Yang saya lupa, bahwa ada yang Maha Kuasa tempat menggantung harapan. Saya benar-benar alpa. Alarm tidak hidup pada kelam. Getarnya tidak pernah ditangkap oleh hati. Sebab ia hanya permainan didepan mata. Tentang canda dan tawa melihat orang lain gembira. Tentang suka, hingga bisa berjalan berir...